Social Icons

Halaman

01 Mei 2013

صحيفة المدينة
(Piagam Madinah)
بسم الله الرحمن الرحيم
هذا كتاب من محمد النبي صلىالله عليه وسلم بين المؤمنين والمسلمين من قريش ويثرب ومن تبعهم فلحق بهم وجاهد معهم.
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Ini adalah piagam dari Muhammad Rasulullah SAW, di kalangan mukminin dan muslimin (yang berasal dari) Quraisy  dan Yatsrib (Madinah), dan yang mengikuti mereka, menggabungkan diri dan berjuang bersama mereka.
١. انهم امة واحدة من دون الناس.
Pasal 1
Sesungguhnya mereka satu umat, lain dari (komuitas) manusia lain.
٢. المهاجرون من قر يش على ربعتهم يتعاقلون بينهم اخذالدية واعطائها وهم يفدون عانيهم بالمعروف والقسط بين المؤمنين
Pasal 2
Kaum muhajirin dari Quraisy sesuai keadaan (kebiasaan) mereka bahu membahu membayar diat di antara mereka dan mereka membayar tebusan tawanan dengan cara baik dan adil di antara mukminin.

25 Januari 2013

Prokrastinasi Akademik dalam Pandangan Psikolog Muslim

Al Ghazālĭ (1998: 11) berpendapat bahwa perilaku manusia dalam kehidupan serta seluruh interaksinya dengan manusia lain merupakan hasil dari pengetahuan dan pengertiannya, bukan dampak yang dirasakan pada saat kejadiannya. Dia (1998: 453) menetapkan 3 syarat bagi terlaksananya tindakan atau perilaku selain perilaku tabi’at/alami dan perilaku terpaksa/darurat sebagai berikut:
لأن كل عمل أعني كل حركة وسكون اختياري فإنه لا يتم إلا بثلاثة أمور: علم، وإرادة، وقدرة. لأنه لا يريد الإنسان ما لا يعلمه فلا بد وأن يعلم، ولا يعمل ما لم يرد فلا بد من إرادة. ومعنى الإرادة انبعاث القلب إلى ما يراه موافقاً للغرض إما في الحال أو في المآل. …. والعضو لا يتحرك إلا بالقدرة، والقدرة تنتظر الداعية الباعثة، والداعية تنتظر العلم والمعرفة أو الظن والاعتقاد وهو أن يقوى في نفسه كون الشيء موافقاً له، فإذا جزمت المعرفة بأن الشيء موافق ولا بد وأن يفعل، وسمت عن معارضة باعث آخر صارف عنه انبعثت الإرادة وتحقق الميل، فإذا انبعثت الإرادة انتهضت القدرة لتحريك الأعضاء فالقدرة خادمة للإرادة، والإرادة تابعة لحكم الاعتقاد والمعرفة.
(Sesungguhnya setiap perilaku yang disengaja itu tidak akan terwujud kecuali dengan tiga perkara, yaitu: ilmu, kehendak, dan kemampuan. Alasannya adalah karena manusia tidak akan menghendaki sesuatu yang tidak diketahuinya, dan tidak akan berbuat sesuatu tanpa adanya dorongan kehendak, yakni keinginan hati untuk meraih sesuatu yang dianggap layak sebagai sarana untuk mencukupi kebutuhannya atau mencapai cita-citanya. …

24 Januari 2013

PROKRASTINASI AKADEMIK

1.      Pengertian Prokrastinasi .
Prokrastinasi yang dalam bahasa Inggris disebut procrastination berasal dari kata bahasa Latin procrastinare. Kata procrastinare merupakan dua akar kata yang dibentuk dari awalan pro yang berarti mendorong maju atau bergerak maju, dan akhiran crastinus yang berarti keputusan hari esok. Jadi, secara harfiah, prokrastinasi berarti menangguhkan atau menunda sampai hari berikutnya (DeSimone dalam Ferrari dkk., 1995: 4).

Motivasi Belajar


1.      Pengertian Motivasi Belajar
Dalam kehidupan sehari-hari, istilah motivasi memiliki pengertian yang beragam, baik yang berhubungan dengan perilaku individu maupun perilaku organisasi. Dalam dunia pendidikan, belajar dan motivasi tidak dapat saling dipisahkan. Artinya, seseorang yang melakukan aktivitas belajar tertentu tentunya didukung oleh suatu keinginan yang mendorong dirinya untuk mewujudkan keberhasilan dirinya dalam belajar. Hal ini disebabkan karena motivasi merupakan unsur penting dalam diri manusia, yang berperan mewujudkan keberhasilan dalam usaha atau belajar manusia. Dalam Psikologi, istilah motivasi sering dibedakan dengan istilah motif. Untuk lebih jelasnya, berikut ini dijelaskan pengertian dari kedua istilah tersebut.

Locus of Control


1.      Pengertian Locus of Control
Konsep tentang Locus of Control (lokus kendali) pertama kali dikemukakan oleh Rotter (1966: 6), seorang ahli teori pembelajaran sosial (Social Learning Theory). Locus of control merupakan salah satu variabel kepribadian yang didefinisikan sebagai keyakinan individu terhadap mampu tidaknya mengontrol nasib (destiny) sendiri (Rotter, 1966: 7). Individu yang memiliki keyakinan bahwa nasib atau peristiwa-peristiwa dalam kehidupannya berada di bawah kontrol dirinya dikatakan sebagai individu yang memiliki internal locus of control. Sementara itu, individu yang memiliki keyakinan bahwa lingkunganlah yang mempunyai kontrol terhadap nasib atau peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupannya dikatakan sebagai individu yang memiliki external locus of control. Kreitner & Kinichi (2001: 203) mengatakan bahwa hasil yang dicapai locus of control internal dianggap berasal dari aktivitas dirinya. Sedangkan pada individu dengan locus of control eksternal menganggap bahwa keberhasilan yang dicapai dikontrol oleh keadaan sekitarnya.